Dobi yang Suka Menggonggong


guk guk guk….

Auuuuu…..

Guk guk guk guk….

Begitulah gonggongngan Dobi setiap malam hari. Menggonggong dan menyalak tiada henti. Sampai bulan tenggelam berganti matahari. Ketenangan hanyalah sebuah mimpi.
Guk guk guk….

Suara Dobi tak pernah padam. Menyalak & menyerang siapa saja. Tak ada yang mau dekat dengannya. Manusia atau pun binatang menganggapnya berbahaya.
…….. ……… ……..

Malam ini berbeda, Dobi tak lagi menyalak, sakit tenggorokan dideritanya, sakit dan sedih yang Dobi rasa, namun malam itu surga bagi ingin terlelap.

Tiba-tiba lampu padam, Dobi pun berjalan mencari penerangan, namun kemana pun dia pergi, hanya gelap yg ia temui.

Dobi pun berhenti berjalan, ingin rasanya menyalak tapi hanya sakit yang ia rasa. Dobi merasa sepi, tanpa mengonggong pada malam hari Dobi merasa sendiri.

Dobi pun diam, tidak ada yang bisa dilakukan. Dobi pun mulai mendengarkan suara-suara….

Meong… Meoooang…

Cit cit cit….

Ternyata banyak yang bersuara saat malam hari. Dobi tak pernah mengetahui. Gonggongan Dobi biasanya menutup suara lain, tapi  semua terdengar kini.

Guk guk guk….

Guk guk guk…

Ada gonggongan pelan yang Dobi dengar, tak hanya satu tapi beberapa. Dobi lari mengikuti suaranya. Tak tahu mengapa Dobi merasa lega.
Guk guk guk…

Guk guk guk…

Tibalah Dobi di tempat suara tadi berasal. Ada 4 anjing sedang berkumpul bersama. Melewati malam dengan bercakap-cakap.
“Mau apa kau disini Dobi? Bukan kah kau yang biasa menyalak kepada kami?” Sambut seekor anjing yang cantik.

“Ya, gonggongan mu membuat orang tak bisa tidur, dan kami pun pusing mendengar suara mu” timpal anjing berwarna coklat.

Dobi merasa malu. Tak pernah dia merasa gonggongannya membuat orang lain kesal dan menjauh.

“Maaf aku tak pernah tau, malam membuat ku takut. Sejak kecil aku sendiri, jika tidak menggonggong anjing besar akan datang mengusili. Jika tidak menggonggong aku merasa sepi.” Jawab Dobi dengan suara parau.

“Hari ini tenggorokan ku sakit sekali, aku tak dapat menggonggong lagi, dan  kini aku merasa sendiri, aku takut sekali”. Lanjut Dobi.
Jawaban Dobi yang jujur membuat anjing-anjing lain iba.

“Maaf kan kami Dobi, kami tak pernah tau kau merasa sepi, ayo bergabung lah dengan kami, kami akan bertukar cerita sampai pagi”. Sambut si anjing cantik.
Dobi senang bukan kepalang, malam ini Dobi mendapat teman, ada si anjing cantik yang tinggal di rumah besar, ada anjing belang-belang yang tinggal di toko antik, ada pula anjing gemuk yang tinggal di toko daging, dan terakhir si anjing coklat yang tinggal di jalan seperti dirinya. 

Mereka bertukar cerita sepanjang malam, tertawa riang bersama sampai pagi menjelang.

Ketika matahari datang semuanya pulang, Dobi pun berkeliling mencari makan. Ketika malam tiba Dobi tak lagi menggonggong dan menyalak. Karena bersama teman Dobi tak merasa kesepian. 

Dobi pun kini paham, mengusir sepi bukan dengan menyalak tapi dengan mendengarkan….

Dan lingkungan pun kini mulai tenang…

.………….………….………….………….…………
Sebuah cerita untuk keenan yg bertanya kenapa anjing tetangga gonggong melulu…….

Tapi hingga kini belum juga berhenti….

Ide cerita : Mamah Putri

Ditulis oleh : Mama Putri

Semoga bisa menghibur anak ku… 😘

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s