Blibli si burung kecil yang tak bisa terbang.


Pada suatu hari di hutan yang ramai, ada burung kecil yang bersedih hati.
Blibli si burung kecil 1 sayapnya terlalu kecil untuk terbang.       

Setiap pelajaran terbang blibli terjatuh lagi dan lagi.

Dicobanya merentangkan sayap dengan lebar seperti yg dikatakan ibu guru, tapi blibli tetap jatuh.

Blibli tidak patah semangat, blibli pun pergi mencari cara untuk terbang.
Blibli bertanya pada paman burung elang, bagaimana paman elang bisa terbang tinggi.
“rentangkan sayap, tatap angkasa dengan tegak lurus
dan lompat lah ke awan dengan percaya diri. Kau pun akan terbang tinggi dengan dunia dibawah Mu. ” jelas paman elang mengajarkan blibli.

Dengan percaya diri dari tebing tinggi blibli mencoba merentangkan sayap, menatap angkasa dan melompat ke awan dengan gagah berani.
                                  
Tapi apa yg terjadi? Blibli terjerembab jatuh lembah. Blibli pun bersedih kembali.

Tanpa patah semangat blibli melanjutkan perjalanan. Untuk terbang tinggi blibli tetap bersemangat.

Ditengah jalan pada suatu malam blibli bertemu dengan paman burung hantu. Dengan mata yang terjaga dalam kegelapan malam, paman burung hantu dapat terbang tanpa menabrak pohon di sekitarnya.

“Bagaimana cara paman bisa terbang tanpa cahaya?” Tanya blibli pada paman burung hantu.

“konsentrasi, fokus pada tujuan dan jangan takut pada kegelapan. Terbang lah dengan gagah berani maka kegelapan akan jadi teman mu.” jelas paman burung hantu dengan bijak.

Blibli ingin sekali berani seperti paman burung hantu.
Blibli pun belajar untuk berkonsentrasi, fokus dan berani pada kegelapan. Maka Pada suatu malam di atas pepohonan blibli kembali mencoba untuk terbang.

Dengan gagah berani blibli melompat dalam kegelapan malam. Tapi “oooouuch”.  Blibli menabrak pohon di depannya. Blibli pun terjatuh kembali kini dengan luka di dahinya.

Blibli sedih sekali, dalam hutan yang sepi blibli menangis. “mungkin memang aku tidak akan bisa terbang selamanya” seru blibli putus asa.

Esoknya blibli melihat seekor burung makau yang juga sedang bersedih, “halo burung Makau, kenapa engkau bersedih hati?” tanya blibli.

“sayap ku terluka, sakit sekali, aku tak bisa terbang lagi” seru burung Makau sambil menangis.

“jangan bersedih burung Makau, sayap ku kecil dan tak bisa terbang, aku akan mencoba mengobati luka mu, sementara itu berjalan lah bersama ku untuk mencari obat dan makanan.” ajak blibli.

Burung Makau setuju, maka berjalan lah mereka di hutan yg rimbun itu untuk mencari makanan dan obat untuk sayap burung Makau.

Seiring waktu blibli dan burung Makau menjadi teman baik, burung Makau ternyata adalah burung yang periang dan baik hati. Blibli senang sekali ditemani burung Makau dan burung Makau sangat berterima kasih pada blibli karena mau merawat dan mengobati sayapnya.

Dengan perawatan blibli yang cekatan akhirnya luka di sayap burung Makau akhirnya sembuh, tanpa tunggu waktu burung Makau segera melatih sayapnya untuk terbang.
Dalam beberapa hari burung Makau sudah dapat terbang tinggi lagi.
Blibli senang sekali sayap burung Makau telah sembuh, tapi dalam hati terdalamnya blibli sedih karena burung Makau akan terbang tinggi meninggalkan blibli di bawahnya dalam hutan sendiri.

“blibli, aku senang sekali sayap ku sudah pulih, semua berkat pengobatan Mu blibli, sekarang aku bisa terbang lagi”. Seru burung Makau berterima kasih

“terima kasih kembali, aku lega sayap Mu sudah sembuh. Tapi mau kah kau sekali-sekali berjalan bersama ku di hutan ini bermain dan mencari makan seperti biasanya?” pinta blibli penuh harap

“tentu saja blibli, dan mau kau kah sekali waktu untuk terbang bersama ku melihat angkasa dan bercanda dengan awan?” ajak burung makau

“aku ingin sekali, tapi tidak mungkin, aku sudah berlatih berkali-kali untuk terbang namun aku tetap terjatuh. ” jelas blibli sedih.

“hahahaha aku sudah tahu kisah Mu blibli, karena itu maukah kau naik ke panggung ku, agar aku bisa menggendong Mu untuk terbang bersama ku.”

Blibli tak mempercayai yang didengarnya. “benarkah kau bisa membawa ku terbang ke angkasa?”

“Hahahaha tentu saja, badan Mu yang kecil pasti tak akan memberatkan terbang ku dengan badan ku yang besar ini”.

Blibli senang sekali, bergegas blibli melompat ke punggung burung Makau. “kalau begitu, ayo kita temui angkasa”. Seru blibli gembira.

Burung Makau dan blibli pun terbang menuju angkasa yang luas, blibli yang berpegangan erat pada burung Makau sangat gembira karena akhirnya dapat terbang di langit tinggi yang luas, menatap hutan dari ketinggian dan menyapa para awan dan burung-burung lain yang berpapasan.

“apakah terbang ini sesuai dengan apa yang kau impikan blibli?” tanya burung makau

“ini lebih dari yang ku impikan, burung Makau. Ini luar biasa! ”

Dan burung Makau pun senang dapat membalas jasa kepada sahabatnya itu.

-the end-

Ide cerita : Papah Husni
Ditulis Oleh : Mamah Putri

Teruntuk anak kami tersayang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s