Laporan Perjalanan : Pulau Tidung


Saya bukan orang yang gemar travelling.

eh bukan, saya orang yang tidak punya dana travelling lebih tepatnya :D.

Jarang bgt saya pergi2 ke luar kota. Tapi setelah maraknya acara televisi yang bertema kan traveling, baru deh mikir betapa luasnya dunia ini, dan diri yang masi muda ini tentu tidak dicipatakan hanya untuk melihat dunia dari layar televisi 21 inch.
Kalo 42 inch mungkin boleh lah!

But because backpacker is not my soul, gw ga mau liburan nelongso bgt gituh. Iya gw tau, jadi kere kok belagu? tapi ya mo gimana.. kita kan harus travelling dari hati.

Kebetulan dari disdus.com lg ada promo travel ke Pulau Tidung untuk paket 6 orang hanya 240rb/person. Klo dipikir2 ke Pulau Tidung itu :
- Tingkat Bahaya dalam perjalanan : Rendah (asal ada pelampung)
- Tingkat Jarak perjalanan : Rendah (ga terlalu beda lah ama ke anyer or bandung)
- Tingkat Keuangan : Sedang
- Tingkat Kepuasaan : Tinggi
- Tingkat Kenyamanan transport : Sedang. (mungkin perahu sama kayak waktu ke pulau pramuka pas SMA dulu)
Dengan perhitungan yang mantap itu Siiippp dah kita berangkat!.

Karena terlambat konfirm ke si travelagent kita ga bisa berangkat pas wiken, jd setelah segenap tenaga ngumpulin orang yang mau diajak cuti di hari jumat berangkat lah kita menuju pulau Tidung dengan semangat membara di dada kami.

Oke oke gw akui semangat membaranya sedikit meluntur pas sampe muara angke n liat kapalnya.
 Ternyata kapal waktu SMA dulu ke pulau pramuka itu mewah,kawan! dengan tempat duduk empuk dan dek kapal yg bagus juga romansa cerita remaja ahh jd nostalgiaa… Nah kapal menuju pulau tidung itu ternyata kapal angkutan umum yg kira2 mulai diberdayakan sejak era Suharto, memprihatinkan!. Terbuat dari kayu yg boro2 kursinya empuk, buat duduk pun kita selonjoran pake tiker, biar agak empuk dikit kita berdayakan pelampung buat alas. Tapi muatan perahu bertingkat 2 ini cukup banyak skitar 200 penumpang dengan bawaan yg luar biasa banyak. Sepertinya penduduk Tidung abis borong ke Jakarta buat pasokan beberapa bulan. Btw, Tidung masi Jakarta kan ya?.

Setelah kapal meninggalkan Muara angke dan lautan mulai membiru (laut di Muara Angke itu warnanya Coklat, jendral!). Mulailah kita merasa enjoy dan terbiasa dengan keadaan kapal.
Apalagi ketika melongok keluar jendela, dari kiri ke kanan, depan ke belakang, sejauh mata memadang hanya hanya ada laut biru yang terhampar. Legaaaaa rasanya melihat laut yg maha luas tanpa ada gedung tinggi pencakar langit dan kendaraan bermotor pembawa polusi. Itu dia, jikalau kamu kamu sedang menyayangkan pekerjaan dan rebutan rejeki di Jakarta yang tanpa akhir, coba lah langkahkan kaki kluar dari zona tersebut, kluar dari rutinitas, kluar dari Jakarta. Karena di luar sana dapat kita lihat dunia ini Indah dan diciptakan untuk kita. Kenapa kita hanya fokus melihat ke satu sisi? Fokus boleh sih tapi kan cape kalo ga nengok2. Btw, Tidung masi jakarta lho..

Dan akhirnya setelah skitar 2 1/2 jam perjalanan sampai juga kita di Pulau Tidung dengan selamat, sentosa dan memberi saya kenangan tak terlupakan : pipis di wc kapal..wwiiihh pipsnya langsung jadi laut….

Keadaan pulau Tidung sama aja seperti pulau Pramuka, rumah penduduk kecil2 dan pulaunya nya dikelilingi air (iyalah!). Di sini memang tidak ada penginapan besar seperti hotel ato motel atupun kost2an.
Penginapan disini semuanya rumah penduduk yang cuma disewa buat nginep pas wiken. Karena minat wisata pulau Tidung ini sedang Hip bgt getoh, jadi banyak rumah yg sedang di renovasi guna meningkatkan datangnya pelanggan. Terlihat juga ada Masjid yg lumayan gede yg lg di renov gede2an. Menggambarkan antusiasme penduduk tentang penyambutan wisata di pulaunya yang positif. Nah, kebetulan kita dapet rumah yang ehmm.. belum di renov lah istilahnya. 2 kamar dengan 3 kasur gede, walau sederhana bgt tapi bersih dan ga jorok. Dikamar lengkap peralatan Sholatnya, membuat ku jd terenyuh memikirkan si yg punya rumah menjaga kita supaya ga meninggalkan Shalat. Untuk kamar mandi nya juga sederhana ajah tapi bersih. Di tiap ruangan ada pewangi. Kayaknya Stella laris keras di pulau ini.

Ketka siang tiba, waktu snorkling pun datang! ini emang yang paling kita tunggu, bagi saya ini pengalaman kedua kali, tapi buat peserta lainnya ini adalah yang pertama. Klo dari paket yang kita pesen kita snorkling di pulau tidung besar yang kesananya bisa pake sepeda tapi karena ga mau pengalaman snorkling ini so so aja, jd terpaksa kita sewa perahu lagi buat ke Pulau Payung yang lautnya lebih banyak terumbu karangnya biar pemandangannya lebih oke.  Perahu ini tentunya perahu nelayan dengan kira2 perjalanannya 30 menit dan biaya sewanya perahunya sekitar 300 klo ga salah.

Di perahu ini lah kita puas bgt memandang laut biru yang maha luas, untung juga cuaca cerah jd semua aktifitas kita tidak terganggu. Sampai Pulau Payung di tempat yang keren terumbu karangnya itu langsung deh kita nyemplung! dan ga perlu kawatir yang ga bisa berenang kaya saya krn pake pelampung. Ga usah Freak Out berenang di laut krn selama pelampung nempel di badan, itulah nyawa kita, ga bakal tenggelem deh! Dan memang bener di pulau ini terumbu karangnya KEREN bgt! dengan modal berenang pas2an semuanya enjoy bgt snorkling di sini. Terumbu karangnya indah bgt, ikan2nya lucu2, lautnya bersih pokonya feels like paradise..hehehehe…

Agak sore baru kita balik ke Pulau Tidung Besarnya buat main Banana Boat n foto2 di jembatan cinta. Kira2 suasananya mirip ancol tapi versi bersihnya. Disini memang lautnya blm tercemar jadi beda bgt deh ama berenang di pantai ancol yang udahannya badan pada burik. Buat gila2an atau pembuktian cinta, bnyk orang yg terjun bebas dari atas jembatan cinta ke laut. Orang gila ini termasuk suami gw sebagai pembuktian cinta  dan eko yang kayaknya ada masalah cinta :D.

Di Paket tertulis kita dapet barbeque pas malemnya. Oke, jangan bayangin makan udang, cumi ditusuk sate gitu yah, coz yang dimaksud barbeque adalah makan ikan Tekek rame2 dipinggir pantai. Gw rasa hanya penduduk tidung yang tau apa tepatnya ikan Tekek itu. Tapi rasanya oke ko! bahkan gw n suami yang ga doyan ikan malah abis duluan. Suasana barbeque di pinggir pantai juga asik, biar cuma beralas tiker n makan ikan Tekek tapi kayaknya nikmatin hidup bgt!

Pagi pun jelang and it’s time to go home. Karena memang jadwal si perahunya emang pagi jd mau2 ga mau kita pun Say Good Bye to Tidung. Kali ini kapal lebih tenang coz yang naik lebi dikit n ga bawa2 barang2 belanjaan tanah abang. Alhamdulillah perjalanan lancar dan semua sampai Muara Angke tanpa kekurangan suatu apa pun kecuali ade gw yang kehilangan celana pendek karena diambil orang gila di tidung (kisah nyata nih). Jadi klo kalian ke Pulau Tidung liat ada orang pake celana jins item pendek merk Flint, orang gila tu! ati2!

Akhir kata, liburan ke Tidung memang menyenangkan. Jauh dari polusi n orang2 kota yang sibuk. And everyone should try Snorekling! We can’t wait to do it again!!

See ya for the next trip (maybe)!

About these ads

One thought on “Laporan Perjalanan : Pulau Tidung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s